Langsung ke konten utama

PENCEMARAN TANAH - SAVINA NABA AULINASARI






⇒ Teori

Pencemaran tanah adalah keaadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami.
Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Adapun jenis-jenis limbah yang dapat menimbulkan pencemaran tanah:

Limbah Padat – Limbah industri yang padat merupakan limbah buangan dari hasil industri pabrik berupa padatan, bubur, atau lumpur yang berasal dari hasil pengolahan pabrik tersebut. Misalnya saja limbah dari pabrik gula, kertas, rayon, pulp, pengawet buah, ikan, daging, dan lainnya.

Limbah Cair – Sedangkan limbah cair adalah hasil pembuangan dari industri yang berbentuk cair. Contoh limbah cair ini adalah seperti sisa dari pengolahan limbah industri kimia dan logam. Limbah dalam bentuk cair ini sangat berbahaya terutama jika mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi menganggu kesehatan manusia.

Limbah anorganik – Limbah anorganik ini merupakan jenis limbah yang tidak mampu mengalami penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme lainnya seperti jamur dan bakteri. Contoh dari limbah anorganik ini misalnya adalah limbah kantong plastic, kaleng bekas, botol minuman, bekas botol air mineral dan lainnya. limbah anorganik ini memerlukan tindakan pembuangan yang harus diatur sedemikian rupa supaya tidak membuat kerugian pada tanah dan juga makhluk hidup lainnya karena tanah menjadi tercemar oleh adanya limbah ini.
Limbah organic – Untuk jenis limbah organic merupakan limbah yang lebih ramah dibandingkan dengan limbah anorganik. Hal ini terjadi karena limbah organic mampu diuraikan kembali oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga tidak begitu berbahaya bagi tanah itu sendiri. Jenis limbah ini misalnya saja tinja atau feses, oli, cat, sampah rumah tangga yang dari tumbuhan. Meskipun limbah atau sampah organic ini tidak begitu berbahaya namun perlu diingat bahwa jika terlalu banyak sampah organic di dalam tanah maka penguraiannya pun akan semakin lama dan hal ini membuat pertumbuhan berbagai tanaman di dalamnya menjadi lebih lambat dan hal ini tidak baik begitu lingkungan.
Limbah industri – Limbah industri ini bisa berasal dari limbah indsutri kecil dari perumahan atau limbah industri besar berskala pabrik. Limbah ini bisa juga berasal dari dunia usaha hotel, rumah makan, pasar, perdagangan, tempat wisata, instansi pemerintah dan swasta, dan lainnya. limbah yang dihasilkan bisa berupa limbah padat maupun cair dan organic maupun anorganik.
Limbah pertanian – Limbah dari hasil pertanian ini juga mampu menyebabkan pencemaran tanah. misalnya saja adalah dengan penggunaan pupuk atau pestisida pada pertanian sehingga menyebabkan tanah menjadi tercemar. Jika penggunaan pestisida dan pupuk ini sudah melebihi batas wajarnya maka akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan termasuk rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman yang tidak optimal lagi.

Dampak yang muncul akibat pencemaran tanah yaitu:

  • Menurunnya tingkat kesuburan tanah akibat buangan sampah plastik, pecahan kaca, logam, dan karet sulit diuraikan oleh organisme dekomposer dalam tanah.
  • Matinya organisme pengurai tanah akibat pembuangan limbah deterjen dan residu pestisida dalam tanah.
  • Menurunnya produktivitas tanah karena terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah
  • Perubahan pH tanah akibat adanya deposit senyawa asam yang berasal dari hujan asam. Adapun perubahan keasaman tanah ini akan berpengaruh buruk terhadap penyerapan hara dari tanah oleh tanaman

Salah satu penyebab utama pencemaran tanah diakibatkan karena aktivitas pertambangan.
Adapun kasus pencemaran tanah di Indonesia yang diakibatkan karena aktivitas pertambangan oleh solar.

Solar adalah salah satu produk hasil penyulingan minyak bumi, solar merupakan senyawa hidro-carbon dengan atom C berkisar antara 12 sampai 20. Dengan banyaknya jumlah rantai hidrokarbon menyebabkan tingginya titik didih yang mencapai ∓2700 derajat celcius.
Yang menjadi permasalahan, setiap tahun kebutuhan solar makin meningkat sebagai akibat kemajuan teknologi dan kebutuhan manusia.

Solar yang tidak berada pada tempatnya dapat dikategorikan sebgai limbah B3 dan tentu saja solar dapat menjadi salah satu poluta berbahaya dalam pencemaran tanah.
Mekanisme terjadinya pencemaran tanah oleh solar sebgai berikut:

a. Solar sering tumpah ketika dipindahkan melalui saluran pipa,truk,dan kapal. Solar juga bisa bocor dari tangki-tangki penyimpananya. Tumpahannya bisa menyebebabkan kerusakan pada lapisan tanah, air, manusia, dan hewan. 

b. Kilang adalah dimana solar itu diproses menjadi produk-produk seperti, bensin, aspal, oli, dan lain-lain. Kilang mengeluarkan limbah beracun kedalam air, lapisan tanah, dan udara, yang berdampak juga pada kesehata manusia .Polusi inipun dapat menyebabkan pemanasan global , limbah yang dikeluarkan akan menurunkan kestabilan tanah hingga menyebabkan lahan kritis.

c. Setelah disuling, minyak solar yang siap pakai akan dikirim ke konsumen dengan sistem pendistribusian melalui trasportasi darat.Ketika solar tumpah ke tanah maka akan menghancurkan lapisan tanah dengan mendesak udara keluar dan membunuh makhlusk hidup yang membuat tanah menjadi tak sehat.Minyak solar akan menutupi kulit dan menghalang udara untuk masuk . Racun yang berasal dari solar meresap dalam tubuh dan dapat menimbulkan penyakit. Selain itu beberapa senyawa yang terkandung dalam solar akan bereaksi dengan oksigen akan memperburuk pencemaran tanah secara keseluruhan.


⇒ Solusi

  • Remediasi
Kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Hal perlu diperhatikan dalam proses remediasi:

a. Jenis pencemar (organik/anorganik)
b. Berapa banyak zat pencemarnya
c. Perbandingan karbon (C), nitrogen (N), dan Fosfat (P)
d. Jenis tanah
e. Kondisi tanah (basah/kering)
f. Berapa lama zat pencemar terendapkan dilokasi tersebut
g. Kondisi pencemaran(dibersihkan segera/dapat ditunda)

Ada dua jenis remediasi, yaitu in-situ(on-site) dan ex-situ(off-site). 
Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih mudah dan lebih irit, terdiri dari pembersihan, injeksi, dan bioremediasi. 
Pembersihan off site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Caranya tanah disimpan di bak yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak tersebut. Selanjutnya, zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengelola air limbah. Pembersihan off-site ini lebih rumit dan mahal.


  • Biomediasi

Proses pembersihan dengan menggunakan mikroorganisme. Bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun.

Manfaat bioremediasi:
- Bagi Lingkungan

Pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Contoh, telah membantu mengurangi pencemaran pabrik, misalnya ada oli yang tumpah mengalir, tetapi ada bakteri yang membantu untuk mengurangi pencemaran tersebut.

-Bagi industri

Memberikan semangat industri sehingga ada terbentuk industri yang khusus bergerak pada bidang bioremediasi

  • Fitoremediasi
Teknologi pembersihan atau pengurangan polutan berbahaya, dengan bantuan tanaman(hiperakumulator plant)

Keuntugan:
-Biaya operasi lebih murah
-Tanaman juga bisa dijadikan bahan bakar
-Tanaman bisa mengalami perbaikan akibat adanya aktivitas akar
-Tanah bisa subur kembali


Solusi yang saya usulkan:
-Mengurangi penggunaan barang yang dapat mencemari tanah serta sulit terurai dalam jangka waktu panjang
-Menggunakan kebutuhan-kebutuhan yang masih layak untuk digunakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat penumpukan sampah akibat prnggunaan barang yang berlebih
-Membiasakan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Kalau sampah organik bisa terurai oleh mikroorganisme dan dijadikan pupuk kompos. Sedangkan, anorganik atau bahkan organik yang nan tak dapat terurai oleh mikroorganisme dibakar di lokasi tertentu, sampah yang tak bisa dibakar digiling atau dihancurkan sehingga menjadi partikel kecil
-Menggunakan pupuk pestisida dengan dosis yang sesuai. 
-Bila lahan sudah tercemar, misalnya tercemar oleh minyak bumi, caranya memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurangi konsentrasi atau daya racun pencemar
-Tindakan yang dilakukan pada kasus ketika solar tumpah dari bak penyimpangan harus segara disingkirkan dan diserap Setelah diserap, minyak solar dan semua material yang dipakai untuk menyerap harus disingkirkan, misalnya dibuang ke sumur dengan beton, sehingga tidak akan mencemari air tanah













Komentar

  1. Pembahasannya berguna sekali dan menambah wawasan tentang pencemaran tanah. Semoga solusi yang diberikan bisa diterapkan di kegiatan sehari-hari.

    BalasHapus
  2. Bagaimana cara anda mengatasi pencemaran tanah disebabkan karena pertambangan solar , seperti yang diketahui solar adalah bahan bakar fosil yang sering digunakan dalam menunjang aktivitas manusia , akankah anda menghentikan pertambangan solar ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak menghentikan pertambangan solar. Tanah yang terkontaminasi minyak solar memang dapat merusak lingkungan. Lebih dari itu tanah yang terkontaminasi limbah minyak solar dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai dengan Kep. MenLH 128 Tahun 2003. Oleh karena itu perlu dilakukan pengelolaan dan pengolahan terhadap tanah yang terkontaminasi minyak. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penyerapan minyak solar kedalam tanah.
      Upaya pertama yang dapat dilakukan ketika solar tumpah atau bocor dari tangki penyimpan harus segera disingkirkan dan diserap. Nah setelah diserap, minyak solar dan semua material yang dipakai untuk menyerapnya harus disingkirkan dan dibuang dengan aman, misalnya, ke dalam sumur yang dindingnya diperkuat dengan beton, sehingga minyak tersebut tidak akan mencemari air tanah. Beberapa contoh material yang menyerap solar adalah jerami, serbuk gergaji, tongkol jagung, bulu, tanah liat, wol, dan pasir.
      Pemulihan lahan tercemar oleh minyak solar dapat dilakukan secara biologi dengan menggunakan kapasitas kemampuan mikroorganisme. Fungsi dari mikroorganisme ini dapat mendegradasi struktur hidrokarbon yang ada dalam tanah yang terkontaminasi minyak bumi menjadi mineral-mineral yang lebih sederhana serta tidak membahayakan terhadap lingkungan.

      Hapus
  3. Tidak dapat dipungkiri bahwa limbah cair merupakan limbah paling banyak yang dihasilkan oleh industri industri...bagaimana cara meminimalisir limbah buangan cair supaya tdk menganggu lingkungan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caranya:
      -Pengolahan primer dengan proses penyaringan, pengolahan awal, pengendapan dan pengapungan. Pengolahan ini efektif untuk polutan minyak dan juga lemak.
      -Pengolahan sekunder, menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan.

      Hapus
  4. Sangat membantu terimakasihhhh, oh iyaa informasi samgat lengkap

    BalasHapus
  5. Info yang diberikan sangat lengkap,mulai dr penyebab hingga solusi terhadap pencemaran tersebut dan saya ingin tahu manakah yg lebih optimal menerapkan bioremediasi secara onsite atau offsite? Terima kasih infonya

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Postnya sangat bermanfaat sehingga kita bisa tahu cara menanggulangi pencemaran tanah

    BalasHapus
  8. Sudah jelas dan inovatif, informasi yang diberikan dapat menambah wawasan. Thanks

    BalasHapus
  9. Tanaman apa Yang dapat dikategorikan sebagai fitoremediasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Anturium Merah/ Kuning, Alamanda Kuning/ Ungu, Akar Wangi, Bambu Air, Cana Presiden Merah/Kuning/ Putih, Dahlia, Dracenia Merah/ Hijau, Heleconia Kuning/ Merah, Jaka, Keladi Loreng/Sente/ Hitam, Kenyeri Merah/ Putih, Lotus Kuning/ Merah, Onje Merah, Pacing Merah/ Mutih, Padi-padian, Papirus, Pisang Mas, Ponaderia, Sempol Merah/Putih, Spider Lili, dll" (https://www.google.co.id/amp/s/bioremediasil.wordpress.com/2014/12/31/tanaman-hiperakumulator-sebagai-fitobioremediasi-pada-perairan-dan-lahan-pertanian-tercemar/amp/). Menurut hasil searchin di google seperti itu.

      Hapus
  10. artikelnya sangat mudah dipahami, sangat lengkap, dan dari artikel ini saya mendapat info yang baru, terimakasih;)

    BalasHapus
  11. informasinya lengkap..
    materinya di jelaskan sangat detail..

    BalasHapus
  12. Postingan menarik & menambah wawasan pembaca

    BalasHapus
  13. Terimakasih blognya sangat membantu, semenjak adek saya belajar dari sini dia jadi mendapat nila 100 di kelasnya dalam pelajaran Biologi Lingkungan…Apalgi sangat bermanfaat bagi kita dalam mencegah&menanggulangi pencemaran tsb…

    BalasHapus
  14. Materi artikel yang disampaikan sangat membantu saya dalam memahami materi pencemaran lingkungan ini, dari segi Bahasa maupun tema yang disampaikan cukup ringan. Terima kasih atas info nya^^

    BalasHapus
  15. Materi yang di artikel ini dapat menambah wawasan saya khususnya di pencemaran tanah terima kasih

    BalasHapus
  16. wow artikel ini keren sekali. Saya ingin mencoba fitoremediasi, apakah ada langkah langkahnya?

    BalasHapus
  17. Artikel simpel,tetapi informasinya lengkap mantapp menambah wawasan saya

    BalasHapus
  18. post nya sangat bermanfaat, mudah dipahami dan menambah pemahaman kita akan masalah tersebut

    BalasHapus
  19. artikel yang sangat bermanfaat. Materi yang disampaikan sangat jelas, lengkap, dan informatif.

    BalasHapus
  20. Materi yang disampaikan bisa lebih rinci, sertakan gambar dan fokuskan pada pembahasan solusi teknologi yang bisa dikembangkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESIGN FOR ENVIRONMENT

I.  Pengertian Perancangan bagi Lingkungan ( Design for Environment  -  DfE ) adalah pendekatan sistematik untuk mengevaluasi konsekuensi dampak lingkungan dari produk dan proses-prosesnya, dan dampaknya pada kesehatan manusia dan lingkungan (Fiksel, 1996). Didasarkan pada pengertian apa yang pelanggan butuhkan, menganalisa pilihan, dan mengambil sumberdaya tersedia untuk dengan cepat mencapai hasil produk baru yang diinginkan. Berdasarkan penanganan produk dan proses produksi  cradle-to-grave . Fokus utama adalah identifikasi kandungan dan implikasi lingkungannya, menentukan dampak yang dipunyai produk dan proses pada lingkungan selama siklus hidupnya, dan pengembangan produk dan proses yang cocok secara lingkungan. DfE (Design for Environment) menurut Environment Australia (1999) adalah proses untuk mengurangi dampak lingkungan dari produk yang dirakit perusahaan dengan menerapkan perbaikan pada tahap disain. Memiliki hubungan erat dengan  Life Cycle Asse...

SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

Pengertian sistem manajemen lingkungan menurut ISO 14001 : 2004 merupakan suatu sistem manajemen pengelolaan lingkungan yang telah diakui secara internasional dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Sertifikat di bawah koordinasi Organisasi Standar Internasional (ISO :  International Organization For Standardization ).  Sistem Manajemen Lingkungan atau  Environment Management System  (EMS) adalah bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, rencana kegiatan, tanggung jawab, latihan atau praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk pengembangan, penerapan, evaluasi dan pemeliharaan kebijakan lingkungan. (ISO 14001, 1996) Sistem manajemen lingkungan menurut Tibor dan Feldman merupakan “bagian dari sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, perencanaan kegiatan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk mengembangkan, melaksanakan, mencapai, mengkaji dan memelihara kebijakan...